Pelaku UMKM Lampung Selatan Dilatih Manfaatkan AI untuk Bisnis
4 November 2026 · 5 menit baca · Ditulis oleh Tim Freddie Kashawan

Bagikan artikel ini
Pelatihan AI untuk UMKM di Lampung Selatan
Sebanyak 75 pelaku UMKM di Lampung Selatan dilatih memanfaatkan AI melalui Aktivasi Creative Hub AI for Business Development, dilaporkan JPNN. Kegiatan berlangsung di BNI Creative Hub, Bakauheni Harbour City, pada Jumat, 30 Oktober 2026, menurut laporan RM.ID.
Kementerian Ekonomi Kreatif mengadakan kegiatan tersebut untuk mendorong penggunaan AI dalam efisiensi operasional dan pengembangan usaha. Menurut Dandy Yudha Feryawan, Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, RM.ID melaporkan teknologi harus memenuhi kebutuhan pegiat ekonomi kreatif, termasuk UMKM regional.
Fokusnya bukan sekadar mengenalkan aplikasi baru. Pelaku usaha perlu melihat pekerjaan mana yang berulang, informasi apa yang sudah tersedia, lalu menentukan bagian mana yang aman dibantu AI. Pendekatan ini lebih realistis dibanding langsung memasang sistem pada seluruh proses usaha.
Cekat.AI diperkenalkan untuk kebutuhan percakapan dan proses bisnis
Dalam kegiatan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Cekat.AI. Menurut RM.ID, Cekat.AI merupakan sistem AI terpadu untuk percakapan, pemasaran, data, serta operasional bisnis.
Business Development Manager Cekat.AI Ridwan Albakri, dikutip RM.ID, memperkenalkan fitur AI Agent untuk membantu merespons pertanyaan pelanggan berdasarkan informasi bisnis. Informasinya dapat mencakup katalog produk, daftar harga, dan layanan. Fitur tersebut juga dapat diintegrasikan dengan kanal komunikasi seperti WhatsApp dan Instagram.
Batas istilahnya perlu jelas. Otomatisasi biasa menjalankan aturan tetap, misalnya formulir masuk lalu data disalin ke daftar pelanggan. AI dapat membantu membaca isi pesan, membuat draf, atau mengelompokkan kebutuhan pelanggan. AI Agent memiliki ruang kerja lebih luas karena dapat memakai konteks dan tools untuk menjalankan beberapa langkah, tetapi tindakan penting tetap memerlukan aturan dan persetujuan manusia.
Sebagai ilustrasi hipotetis, usaha oleh-oleh menerima pertanyaan berulang tentang varian produk, harga paket, jam operasional, serta area pengiriman. Pemilik dapat merapikan informasi tersebut dalam katalog dan daftar tanya-jawab. Sistem lalu membantu menyiapkan jawaban awal untuk pertanyaan standar. Pesan tentang perubahan harga, pesanan besar, komplain, atau permintaan di luar katalog harus dialihkan kepada staf.
Nilai pelatihan terletak pada pemetaan masalah usaha
AI berguna ketika dipakai pada masalah yang spesifik. UMKM tidak perlu memulai dari pertanyaan “tool AI apa yang paling baik?” Pertanyaan yang lebih berguna adalah “pekerjaan apa yang paling sering menghambat layanan pelanggan atau administrasi?”
Menurut RM.ID, Kementerian Ekonomi Kreatif ingin pelaku ekonomi kreatif memahami pemanfaatan AI secara praktis untuk mengembangkan bisnis. Artinya, penggunaan AI perlu dikaitkan dengan kegiatan yang benar-benar dilakukan sehari-hari, seperti menjawab pesan, menata informasi produk, mengelompokkan permintaan, atau menyiapkan bahan pemasaran.
Misalnya, pemilik usaha fesyen dapat mencatat pesan yang masuk selama satu minggu. Pesan lalu dikelompokkan menjadi pertanyaan stok, ukuran, warna, harga, pengiriman, dan keluhan. Jika sebagian besar pertanyaan berkaitan dengan ukuran dan stok, prioritas pertama bukan membuat sistem rumit. Prioritasnya memperbaiki katalog, tabel ukuran, dan status stok agar informasi yang dipakai AI maupun staf sama.
Pemetaan sederhana ini juga membantu menghindari penggunaan AI pada proses berisiko tinggi. Keputusan diskon khusus, persetujuan pengembalian dana, perubahan alamat, atau pengelolaan data pelanggan tidak sebaiknya dilepas penuh ke sistem tanpa pemeriksaan staf.
Pembaca yang ingin memahami fondasi penggunaan teknologi ini dapat melihat artikel pilar berjudul AI untuk UMKM: Cara Bisnis Kecil Menggunakan Artificial Intelligence untuk Berkembang.
Workflow awal yang layak diuji oleh UMKM
Workflow awal sebaiknya sempit, berulang, dan memiliki aturan yang mudah diperiksa. Respons pertanyaan katalog merupakan contoh yang lebih aman daripada otomatisasi keputusan penjualan atau keuangan.
Andaikan sebuah UMKM makanan menerima pesan dari WhatsApp dan Instagram. Alurnya dapat dimulai dari pesan pelanggan masuk, lalu topik pesan dikenali sebagai pertanyaan menu, harga, lokasi, atau pesanan khusus. Informasi katalog dipakai untuk menyiapkan draf jawaban. Staf menerima notifikasi bila pelanggan meminta perubahan pesanan, menyampaikan keluhan, atau membutuhkan konfirmasi pembayaran.
Uji coba seperti ini perlu memiliki ukuran sederhana. Pemilik dapat mencatat berapa pertanyaan yang berhasil dijawab dengan informasi yang benar, pertanyaan apa yang sering gagal dipahami, berapa pesan yang tetap memerlukan staf, serta apakah katalog perlu diperbarui. Tujuannya bukan membuktikan klaim peningkatan tertentu, melainkan memastikan alur tidak memberi jawaban keliru kepada pelanggan.
Kualitas data menentukan hasilnya. Daftar harga yang berbeda antara WhatsApp, Instagram, dan katalog akan membuat staf maupun sistem memberikan jawaban tidak konsisten. Sebelum memakai AI, satukan sumber informasi: nama produk, varian, harga, ketersediaan, jam layanan, kebijakan pengiriman, dan aturan penanganan komplain.
Pemasaran dapat dibantu, keputusan tetap milik pemilik usaha
Pelatihan tersebut juga menempatkan AI dalam konteks pemasaran dan proses bisnis. Berdasarkan laporan RM.ID, Cekat.AI mengintegrasikan percakapan, pemasaran, data, serta proses bisnis. Bagi UMKM, hubungan antarbagian ini penting karena pertanyaan pelanggan sering menjadi bahan untuk memperbaiki promosi dan katalog.
Sebagai contoh hipotetis, pemilik usaha minuman melihat banyak pelanggan menanyakan perbedaan dua varian rasa melalui pesan langsung. Pertanyaan tersebut dapat dipakai sebagai bahan untuk membuat konten penjelasan produk. AI dapat membantu menyusun beberapa draf caption berdasarkan informasi yang telah disiapkan pemilik. Pemilik tetap perlu memeriksa bahasa promosi, harga, ketersediaan produk, dan kesesuaian dengan identitas usahanya sebelum publikasi.
AI sebaiknya tidak diberi akses atau wewenang lebih besar dari yang diperlukan. Tentukan data yang boleh dipakai, siapa yang dapat melihat percakapan pelanggan, siapa yang menyetujui perubahan informasi, dan siapa yang menangani kesalahan. Untuk tindakan yang berdampak pada pelanggan, seperti konfirmasi pesanan atau perubahan harga, gunakan persetujuan manusia.
Langkah praktis setelah mengikuti pelatihan
Berita pelatihan AI di Lampung Selatan menunjukkan bahwa adopsi dapat dimulai dari proses kecil, bukan dari penggantian seluruh cara kerja. Pilih satu aktivitas yang berulang dan risikonya rendah. Contohnya, draf jawaban katalog atau pengelompokan pesan pelanggan.
Selanjutnya, kumpulkan informasi usaha dalam satu dokumen kerja: katalog, harga, stok, layanan, jam operasional, kebijakan pengiriman, dan jalur eskalasi komplain. Minta staf memeriksa dokumen tersebut sebelum dipakai sebagai sumber jawaban. Setelah itu, lakukan uji terbatas pada satu kanal komunikasi dan satu jenis pertanyaan.
Selama uji coba, catat pesan yang salah dijawab, informasi yang belum tersedia, serta kondisi ketika staf harus mengambil alih. Gunakan catatan itu untuk memperbaiki alur atau menghentikan penggunaan pada bagian yang belum aman. Langkah kecil yang terdokumentasi memberi dasar lebih baik daripada memakai AI tanpa sumber informasi dan penanggung jawab yang jelas.
Pertanyaan umum
Kapan pelatihan AI untuk UMKM Lampung Selatan berlangsung?
Menurut RM.ID, Aktivasi Creative Hub bertajuk AI for Business Development berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan diadakan di BNI Creative Hub, Bakauheni Harbour City, Kabupaten Lampung Selatan.
Siapa penyelenggara pelatihan AI di Lampung Selatan?
Menurut RM.ID, kegiatan tersebut merupakan upaya Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendorong pemanfaatan AI oleh pelaku UMKM dan ekonomi kreatif daerah. Kegiatan dilakukan melalui Aktivasi Creative Hub.
Untuk apa AI Agent digunakan dalam pelatihan ini?
RM.ID melaporkan bahwa fitur AI Agent yang diperkenalkan dapat membantu merespons pertanyaan pelanggan berdasarkan informasi bisnis, seperti katalog produk, daftar harga, dan layanan. Penggunaannya perlu dibatasi pada informasi yang telah diperiksa dan diperbarui.
Apakah AI Agent sama dengan otomatisasi biasa?
Tidak. Otomatisasi menjalankan aturan dan langkah yang sudah ditentukan. AI dapat membantu memahami atau membuat informasi, sedangkan AI Agent dapat menjalankan beberapa langkah dengan konteks dan tools. Tindakan yang berdampak pada pelanggan tetap perlu pengawasan manusia.
Apa penggunaan AI paling aman untuk diuji oleh UMKM?
Mulailah dari pekerjaan berulang dengan risiko rendah, seperti menyiapkan draf jawaban tentang katalog atau mengelompokkan topik pesan pelanggan. Hindari otomatisasi penuh untuk komplain, perubahan harga, pembayaran, dan data sensitif tanpa pemeriksaan staf.
Referensi
- #AI untuk UMKM
- #UMKM Lampung Selatan
- #strategi AI
Ingin menerapkan strategi ini di bisnis Anda? Lihat layanan Consulting →
Artikel Terkait

Review Ray-Ban Meta dan Oakley Meta dengan fitur AI dan harga di Indonesia
Review Ray-Ban Meta dan Oakley Meta di Indonesia: fitur kamera, audio, perintah suara, Meta AI, desain, harga, sebelum membeli.
Read More →
BRIN Usulkan UU AI untuk Atur Pengembangan Kecerdasan Buatan
BRIN mengusulkan RUU AI kepada DPR dan DPD. Usulan ini mengaitkan tata kelola AI dengan infrastruktur, energi, talenta, dan kesiapan industri Indonesia.
Read More →
Hands-on Ray-Ban Meta dan Oakley Meta di Indonesia untuk Pengguna Harian
Ulasan hands-on Ray-Ban Meta dan Oakley Meta di Indonesia membahas desain, fungsi suara, harga, batas pengujian, serta checklist beli.
Read More →