Anak Muda Makassar Bangun Bisnis AI Bersama Telkomsel
29 Oktober 2026 · 6 menit baca · Ditulis oleh Tim Freddie Kashawan

Bagikan artikel ini
Bisnis AI dari Makassar yang melayani kebutuhan usaha
Anak muda Makassar bangun bisnis AI bersama Telkomsel menjadi gambaran bahwa layanan teknologi dapat berangkat dari persoalan operasional usaha, bukan dari tren semata. Naufal Fayyadh, pendiri Kodeka Labs di Makassar, diberitakan membangun layanan otomasi AI dan pengembangan perangkat lunak untuk kebutuhan usaha hingga klien luar negeri. Rakyatku.Com melaporkan bahwa Naufal masuk 10 besar finalis NextDev ke-11 Telkomsel pada 2026.
Kisah ini memberi contoh yang lebih membumi tentang bisnis AI: memulai dari pekerjaan bisnis yang perlu dibantu, lalu merancang sistem yang sesuai. Kodeka Labs dalam bahan sumber disebut bergerak di otomasi AI dan pengembangan perangkat lunak. Tidak ada sumber yang menyebutnya sebagai pembuat AI Agent, sehingga penyebutan tersebut tidak tepat dipaksakan.
Harian Fajar melaporkan Naufal adalah lulusan Manajemen Universitas Hasanuddin tahun 2025. Dalam pemberitaan yang sama, ia disebut mengembangkan agensi otomasi AI dan perangkat lunak dengan dukungan program NextDev Telkomsel serta konektivitas untuk aktivitas operasional dan pertemuan dengan klien di berbagai daerah.
Bagi pembaca di Makassar, poin pentingnya bukan bahwa semua usaha harus segera memakai AI. Peluangnya terletak pada kemampuan menemukan proses yang berulang, memahami risiko proses tersebut, lalu membuat perbaikan kecil yang dapat diuji.
Bedakan otomasi, AI, dan AI Agent sebelum memilih solusi
Otomasi menjalankan langkah berdasarkan pemicu dan aturan yang telah ditentukan. Contoh sederhana: formulir masuk, data dicatat ke sistem pelanggan, lalu email pemberitahuan dikirim ke tim sales. Sistem tidak perlu memahami isi pesan secara mendalam untuk menjalankan urutan ini.
AI dapat ditambahkan ketika pekerjaan memerlukan pemahaman bahasa, klasifikasi, peringkasan, atau penyusunan respons. Pada alur lead masuk, AI dapat membantu membaca kebutuhan calon pelanggan dan memberi label awal, misalnya pertanyaan produk, permintaan penawaran, atau keluhan. Staf tetap perlu memeriksa hasil ketika konteksnya tidak jelas.
AI Agent berbeda lagi. Sistem ini dapat memakai konteks dan beberapa alat untuk menyelesaikan tujuan melalui beberapa langkah. Karena bahan sumber hanya menyebut otomasi AI dan perangkat lunak, Kodeka Labs sebaiknya dipahami melalui kategori tersebut, bukan dinaikkan menjadi bisnis AI Agent.
Pembedaan ini membantu pemilik usaha menghindari keputusan yang terlalu cepat. Jika masalahnya hanya memindahkan data dari formulir ke spreadsheet, otomasi biasa mungkin cukup. Jika pesan pelanggan perlu dikelompokkan sebelum diteruskan, AI dapat menjadi lapisan tambahan. Tidak setiap proses membutuhkan sistem yang bertindak lintas aplikasi secara mandiri.
Dari kedai kopi ke workflow yang bisa diuji
Harian Fajar memberi contoh penggunaan AI di kedai kopi Makassar: membalas pertanyaan pelanggan melalui WhatsApp, menawarkan tambahan pesanan, serta membantu pemilik memantau omzet dan stok melalui percakapan digital. Contoh itu berguna karena berangkat dari aktivitas harian yang sudah dikenali pemilik usaha.
Namun, ide tersebut baru menjadi solusi ketika workflow-nya jelas. Sebagai ilustrasi (kasus rekaan), sebuah kedai kopi menerima pesan tentang menu, jam buka, lokasi, dan ketersediaan produk sepanjang hari. Pemilik dapat mengumpulkan contoh pesan selama beberapa hari, lalu memisahkan pertanyaan rutin dari pesan yang membutuhkan keputusan staf.
Versi awal workflow dapat dibuat seperti ini:
- Pesan WhatsApp masuk dan dicatat sebagai permintaan pelanggan.
- Sistem membaca isi pesan untuk membedakan pertanyaan informasi, keluhan, pesanan khusus, atau pertanyaan pembayaran.
- Pertanyaan informasi menerima draf jawaban dari daftar yang telah disetujui pemilik.
- Keluhan, perubahan pesanan, dan pertanyaan pembayaran diteruskan ke staf.
- Staf meninjau pesan yang gagal diklasifikasikan untuk memperbaiki daftar jawaban atau aturan eskalasi.
Target uji awal tidak harus berupa janji kenaikan penjualan. Kedai dapat memeriksa konsistensi jawaban pertanyaan rutin, pesan yang harus diteruskan, serta pertanyaan yang belum dipahami sistem. Temuan ini menjadi bahan perbaikan sebelum workflow diperluas.
Dukungan ekosistem dan kemampuan yang perlu dibangun
Menurut Harian Fajar, NextDev memberi Naufal bimbingan teknis dari mentor ahli, termasuk mengenai cara menjalankan sistem AI di server sendiri. Sumber tersebut juga menyebut konektivitas Telkomsel menunjang operasionalnya ketika bertemu klien di berbagai daerah.
Dukungan semacam itu tidak menggantikan pekerjaan membangun solusi. Talenta yang ingin masuk ke bidang otomasi AI tetap perlu mampu bertanya kepada pemilik usaha: pekerjaan mana yang paling sering tertunda, data apa yang tersedia, siapa yang mengambil keputusan, dan kesalahan apa yang tidak boleh terjadi. Jawaban tersebut menjadi dasar rancangan workflow.
Bukamata News mengutip seorang founder startup daerah yang menyebut dampak NextDev berupa insight, networking, dan experience. Itu adalah pengalaman yang dilaporkan media, bukan jaminan hasil bagi setiap peserta. Nilai praktisnya terletak pada kesempatan memvalidasi masalah, mendapat masukan, dan membangun jejaring kerja.
Misalnya, seorang talenta muda dapat membuat demo untuk usaha lokal berupa alur pertanyaan pelanggan. Portofolionya perlu menunjukkan masalah awal, jenis data yang dipakai, aturan klasifikasi, pesan yang wajib dialihkan ke staf, serta catatan hasil pengujian. Tangkapan layar aplikasi tanpa konteks proses belum menunjukkan apakah solusi tersebut benar-benar relevan bagi usaha.
Pengawasan manusia harus masuk sejak rancangan awal
Sistem AI yang menangani percakapan pelanggan tidak boleh diberi akses luas hanya karena sudah dapat membalas pesan. Balasan tentang jam buka atau menu dapat diuji secara bertahap. Keputusan tentang pengembalian dana, harga khusus, pembatalan pesanan, penghapusan data, atau perubahan transaksi sebaiknya membutuhkan persetujuan manusia.
Pemilik usaha perlu menetapkan batas tertulis: tindakan yang boleh berjalan otomatis, tindakan yang wajib menunggu persetujuan, serta pihak yang bertanggung jawab ketika sistem salah membaca konteks. Data pelanggan juga perlu dibatasi sesuai kebutuhan proses. Informasi sensitif tidak perlu masuk ke alur yang tidak membutuhkannya.
Andaikan sistem menerima pesan, “Pesanan saya salah dan saya minta uang kembali.” Sistem dapat mengenali pesan itu sebagai keluhan lalu meneruskannya ke petugas, tetapi tidak seharusnya menjanjikan pengembalian dana tanpa pemeriksaan. Staf melihat detail pesanan, berkomunikasi dengan pelanggan, kemudian mengambil keputusan berdasarkan kebijakan usaha.
Pengawasan juga menjadi sumber perbaikan workflow. Kegagalan klasifikasi, jawaban keliru, atau eskalasi terlambat perlu dicatat. Catatan ini membantu tim menilai apakah masalah berasal dari data jawaban, aturan workflow, integrasi aplikasi, atau kebutuhan pelanggan yang belum diantisipasi.
Langkah awal bagi usaha dan talenta di Makassar
Untuk memulai otomasi AI, pilih satu proses berulang yang aman, petakan alurnya, lalu uji bagian kecilnya dengan pengawasan staf. Kisah Kodeka Labs memperlihatkan bahwa layanan teknologi dapat dikembangkan dari Makassar dan menjangkau kebutuhan yang lebih luas. Rakyatku.Com melaporkan bahwa usaha Naufal telah melayani klien hingga luar negeri, sedangkan Harian Fajar menyoroti peran NextDev dan konektivitas dalam perjalanan pengembangan bisnis tersebut.
Pemilik usaha dapat memulai dengan mendokumentasikan satu proses minggu ini, seperti pertanyaan WhatsApp, pencatatan calon pelanggan, atau laporan stok. Tulis pemicu, data masuk, keputusan, hasil akhir, serta kondisi ketika staf wajib mengambil alih.
Setelah peta proses tersedia, bawa dokumen tersebut ke diskusi dengan tim atau penyedia otomasi. Pertanyaan yang perlu dijawab: bagian mana yang aman diuji terlebih dahulu, data apa yang tidak boleh dipakai, dan siapa yang meninjau kesalahan sistem? Dasar ini membuat pemilihan tool AI lebih terarah.
Untuk memahami fondasi sebelum memilih tool atau membangun otomasi, pembaca dapat melihat artikel pilar Mau Pakai AI untuk Bisnis? Mulai dari 4 Langkah Ini, Bukan dari ChatGPT.
Pertanyaan umum
Siapa Naufal Fayyadh dalam berita ini?
Naufal Fayyadh diberitakan sebagai pendiri Kodeka Labs di Makassar. Rakyatku.Com dan Harian Fajar melaporkan bahwa ia mengembangkan layanan otomasi AI serta perangkat lunak dan masuk 10 besar finalis NextDev ke-11 Telkomsel pada 2026.
Apakah Kodeka Labs disebut sebagai pembuat AI Agent?
Tidak. Bahan sumber menyebut Kodeka Labs bergerak pada otomasi AI dan pengembangan perangkat lunak. Tidak tepat menaikkan kategorinya menjadi pembuat AI Agent tanpa keterangan eksplisit dari sumber.
Apa contoh penerapan AI untuk kedai kopi?
Menurut Harian Fajar, AI dapat membantu menjawab pertanyaan pelanggan melalui WhatsApp, menawarkan tambahan pesanan, serta membantu pemantauan omzet dan stok melalui percakapan digital. Penerapan awal perlu dibatasi pada proses yang aman dan mudah diperiksa.
Tindakan apa yang sebaiknya tidak diotomatisasi penuh?
Keputusan yang memengaruhi transaksi, data pelanggan, harga khusus, pembatalan pesanan, atau pengembalian dana sebaiknya diperiksa manusia. Sistem dapat membantu mengarahkan pesan, tetapi keputusan akhir perlu mengikuti kebijakan usaha.
Bagaimana memulai proyek otomasi AI untuk usaha kecil?
Pilih satu proses berulang, petakan pemicu, data, keputusan, hasil, dan titik eskalasi ke staf. Uji versi kecil dengan data terbatas, lalu catat kesalahan sebelum memperluas penggunaan sistem.
Referensi
- #bisnis AI
- #Makassar
- #Telkomsel
Ingin menerapkan strategi ini di bisnis Anda? Lihat layanan Consulting →
Artikel Terkait

Bill Gates Peringatkan AI Picu Gejolak Ekonomi 20 Tahun
Bill Gates menilai masa transisi AI dapat mengguncang pekerjaan dan ketimpangan. Ini makna peringatannya bagi bisnis, pekerja, dan pemerintah.
Read More →
15 Model AI Terbaik 2026 Versi LiveBench dan Cara Membaca Peringkatnya
Claude memimpin daftar LiveBench yang diberitakan pada Oktober 2026. Pahami peringkat, selisih skor, kategori uji, dan cara mengujinya untuk workflow bisnis.
Read More →
RUU Hak Cipta Atur Penggunaan Karya untuk Pelatihan AI
Pembahasan RUU Hak Cipta menempatkan data pelatihan AI, kontribusi manusia, dan tata kelola penggunaan karya sebagai isu penting bagi kreator serta bisnis.
Read More →