Pemegang Hak Elvis Presley Menggugat Anthropic atas 274 Lagu Terkait Pelatihan AI
27 Oktober 2026 · 6 menit baca · Ditulis oleh Tim Freddie Kashawan

Bagikan artikel ini
Apa yang dipersoalkan dalam gugatan 274 lagu Elvis Presley
Pemegang hak katalog Elvis Presley menggugat Anthropic, pengembang Claude, atas dugaan penggunaan 274 lagu untuk melatih model AI tanpa lisensi. Menurut Pasquale Pillitteri, gugatan diajukan pada 23 Oktober 2026 dengan tuntutan ganti rugi sekitar 41 juta dolar AS.
Perkara ini belum berarti Anthropic terbukti melanggar hak cipta. Gugatan adalah klaim dari penggugat yang masih harus diuji melalui proses hukum, termasuk jawaban tergugat, pemeriksaan bukti, dan kemungkinan putusan atau penyelesaian di luar pengadilan.
Menurut Pasquale Pillitteri, penggugat mencakup Authentic Brands Group bersama pihak lain yang memegang bagian katalog Elvis Presley. Sumber yang sama menyebut Richard Busch menjadi kuasa hukum utama penggugat. Pada 26 Oktober 2026, Berita Prioritas menyebut kasus tersebut tercatat di Pengadilan Distrik AS California Utara.
Perbedaan tanggal perlu dibaca hati-hati. Pasquale Pillitteri menyebut 23 Oktober sebagai tanggal gugatan diajukan, sedangkan Berita Prioritas menyebut 26 Oktober sebagai tanggal pendaftaran perkara. Bahan tersedia belum cukup untuk memastikan hubungan prosedural antara kedua tanggal tersebut.
Menurut Berita Prioritas, objek sengketa mencakup dugaan penggunaan lirik dan komposisi lagu untuk melatih Claude agar dapat menghasilkan teks serupa. Media tersebut memuat “Return to Sender”, “Don't Be Cruel”, “A Little Less Conversation”, dan “Can't Help Falling in Love”. Daftar itu adalah contoh karya yang diberitakan, bukan dasar untuk menyimpulkan seluruh 274 lagu secara mandiri.
Mengapa dugaan data pelatihan menjadi inti perkara
Data pelatihan adalah materi yang diproses model untuk mempelajari pola bahasa, suara, gambar, atau bentuk informasi lain. Dalam gugatan ini, pertanyaan utamanya bukan apakah seseorang dapat mendengarkan lagu Elvis Presley secara legal, melainkan apakah karya tersebut boleh dikumpulkan dan dipakai dalam pengembangan model AI tanpa lisensi.
Karya yang dapat ditemukan di internet tetap dapat dilindungi hak cipta. Akses publik untuk membaca artikel, mendengar lagu melalui layanan streaming, atau melihat materi promosi tidak otomatis memberi izin untuk menyalin, menyimpan, memproses, lalu memasukkannya ke dataset pelatihan. Status hak penggunaan bergantung pada izin, lisensi, ketentuan platform, dan konteks pemrosesan.
Pembedaan praktisnya dapat dilihat pada tiga situasi berikut.
- Pendengar memutar lagu melalui layanan berlisensi sesuai aturan platform.
- Tim konten menyimpan potongan lirik ke folder internal untuk referensi kerja.
- Pengembang mengumpulkan lagu dan lirik dalam jumlah besar untuk membangun atau melatih model.
Ketiganya melibatkan karya yang sama, tetapi tujuan dan cara penggunaannya berbeda. Gugatan terhadap Anthropic menempatkan tahap ketiga sebagai titik sengketa yang dilaporkan media. Hasil akhirnya belum diketahui, tetapi kasus ini memperbesar kebutuhan transparansi mengenai asal-usul data AI.
Berita Prioritas melaporkan bahwa hingga beritanya diterbitkan, Anthropic belum memberi komentar kepada media tersebut. Ada unggahan Threads yang menyatakan Anthropic tidak setuju dengan gugatan dan akan membela diri, tetapi unggahan itu bukan pernyataan perusahaan yang dapat diverifikasi dari bahan tersedia. Karena itu, posisi Anthropic di artikel ini dibatasi pada fakta bahwa gugatan telah diberitakan, bukan pada asumsi tentang pembelaannya.
Dampak praktis bagi perusahaan yang memakai AI generatif
Perusahaan pengguna AI generatif tidak otomatis menjadi pihak dalam sengketa yang melibatkan pengembang model. Namun, perkara seperti ini menunjukkan risiko yang perlu diperiksa sebelum organisasi memasukkan materi kreatif, dokumen pelanggan, rekaman, atau arsip internal ke sistem AI.
Titik periksa pertama adalah asal data. Tim perlu mengetahui dari mana setiap materi berasal, siapa pemegang haknya, apa tujuan penggunaan awalnya, dan apakah ada batas pemrosesan oleh pihak ketiga. Folder yang selama ini dapat diakses tim pemasaran belum tentu boleh dihubungkan ke chatbot atau basis pengetahuan AI.
Sebagai ilustrasi hipotetis, tim pemasaran sebuah merek ingin membuat asisten internal untuk menjawab pertanyaan tentang kampanye lama. Mereka memiliki folder berisi desain iklan, foto berlisensi, naskah vendor, dan laporan penjualan. Sebelum folder dihubungkan ke sistem AI, pemilik proses dapat membuat inventaris sederhana berisi nama file, sumber, pemegang hak, status izin, tingkat sensitivitas, serta pihak yang boleh mengaksesnya.
File desain yang lisensinya hanya berlaku untuk satu kampanye dapat dipisahkan. Dokumen pelanggan yang memuat kontak atau rincian komersial perlu diberi akses terbatas. Materi tanpa pemilik atau izin yang jelas sebaiknya tidak dimasukkan sampai statusnya diperiksa. Pendekatan ini tidak menjamin bebas risiko hukum, tetapi memberi jejak keputusan yang dapat ditinjau ulang.
Masalah sering kali muncul sebelum keluaran AI terlihat. Organisasi kerap menilai apakah jawaban chatbot terlalu mirip materi tertentu, padahal pertanyaan yang sama pentingnya adalah data apa yang sudah masuk ke sistem, siapa yang menyetujui pemasukan data itu, dan layanan mana yang memprosesnya.
Workflow pemeriksaan data sebelum AI digunakan
Pemeriksaan awal tidak harus berupa proyek besar. Mulailah dari satu use case yang sudah jelas, misalnya chatbot internal untuk materi penjualan atau asisten untuk merangkum dokumen operasional. Tujuannya adalah menghentikan data yang tidak jelas statusnya sebelum terhubung ke workflow AI.
Workflow sederhana dapat dijalankan dalam lima langkah.
- Tentukan tujuan penggunaan. Tuliskan tugas spesifik AI, misalnya menjawab pertanyaan staf tentang produk dari dokumen yang sudah disetujui.
- Daftarkan sumber data. Catat folder, sistem, pemilik, jenis file, dan asal setiap kelompok dokumen.
- Periksa hak serta sensitivitasnya. Bedakan materi milik perusahaan, materi berlisensi, materi pelanggan, dan materi dengan status yang belum jelas.
- Atur akses serta persetujuan. Tentukan siapa yang boleh memasukkan data, melihat jawaban, memperbarui basis pengetahuan, atau menyetujui tindakan AI.
- Catat masalah dan lakukan peninjauan. Siapkan jalur untuk menghapus dokumen, memperbaiki jawaban, atau menghentikan akses ketika ditemukan kesalahan.
Andaikan chatbot tersebut dapat mengirim balasan kepada calon pelanggan atau memperbarui CRM, jangan memberi kewenangan penuh sejak awal. Balasan yang menggunakan template dan data non-sensitif dapat diizinkan dengan aturan tertentu. Pengiriman penawaran, perubahan data pelanggan, atau pengungkapan informasi kontraktual perlu persetujuan manusia dari pemilik proses.
Human oversight berarti ada orang yang memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk meninjau tindakan berisiko. Ini mencakup penetapan batas akses, pemeriksaan kesalahan, pencatatan perubahan, serta keputusan kapan sistem harus dihentikan. Vendor AI dapat menyediakan fitur teknis, tetapi keputusan tentang data yang boleh dipakai tetap perlu dimiliki organisasi.
Langkah yang dapat dilakukan minggu ini
Pilih satu workflow AI yang sudah digunakan atau sedang direncanakan. Minta pemilik proses membuat daftar sumber data dalam satu dokumen kerja. Tidak perlu langsung menilai seluruh arsip perusahaan.
Untuk setiap sumber, jawab tiga pertanyaan tertulis: siapa yang berhak memakai materi tersebut, apakah materi boleh diproses layanan AI yang dipilih, dan siapa yang bertanggung jawab bila jawaban atau tindakan AI keliru. Setelah itu, tandai data tanpa pemilik atau izin jelas sebagai “jangan diproses” sampai ada peninjauan.
Langkah kecil ini membuat diskusi AI berpindah dari sekadar pilihan tool ke keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Gugatan terkait 274 lagu Elvis Presley belum menghasilkan putusan, tetapi sengketa tersebut sudah cukup menjadi alasan untuk memeriksa asal data sebelum sistem digunakan lebih luas.
Pertanyaan umum
Siapa yang menggugat Anthropic terkait lagu Elvis Presley?
Menurut Pasquale Pillitteri, Authentic Brands Group terlibat sebagai penggugat bersama perusahaan lain yang memegang bagian katalog Elvis Presley. Bahan yang tersedia tidak merinci seluruh pihak penggugat.
Apa tuduhan utama dalam gugatan terhadap Anthropic?
Menurut Pasquale Pillitteri, penggugat menuduh Anthropic memakai 274 lagu Elvis Presley tanpa lisensi untuk melatih model AI. Tuduhan tersebut belum merupakan putusan pengadilan.
Mengapa terdapat tanggal 23 dan 26 Oktober 2026?
Pasquale Pillitteri menyebut gugatan diajukan pada 23 Oktober 2026. Berita Prioritas melaporkan perkara didaftarkan pada 26 Oktober 2026, yang dapat merujuk pada tahapan administrasi berbeda.
Apakah Anthropic sudah memberikan tanggapan?
Berita Prioritas melaporkan Anthropic belum memberi tanggapan hingga berita itu diterbitkan. Unggahan Threads tentang bantahan Anthropic belum dapat diperlakukan sebagai pernyataan perusahaan terverifikasi dari bahan tersedia.
Apa yang perlu diperiksa sebelum memasukkan data ke AI generatif?
Periksa asal data, pemegang hak, izin penggunaan, sensitivitas, dan batas akses. Bila AI dapat mengambil tindakan, tetapkan juga persetujuan manusia, pemilik proses, serta prosedur koreksi saat terjadi kesalahan.
Referensi
- Pemegang hak Elvis Presley menggugat Anthropic atas 274 lagu · Pasquale Pillitteri
- Langgar Hak Cipta Lagu Elvis Presley, Perusahaan AI Anthropic Digugat ke Pengadilan · Berita Prioritas
- #hak cipta AI
- #Anthropic
- #pelatihan AI
Ingin menerapkan strategi ini di bisnis Anda? Lihat layanan Consulting →
Artikel Terkait

Bill Gates Peringatkan AI Picu Gejolak Ekonomi 20 Tahun
Bill Gates menilai masa transisi AI dapat mengguncang pekerjaan dan ketimpangan. Ini makna peringatannya bagi bisnis, pekerja, dan pemerintah.
Read More →
15 Model AI Terbaik 2026 Versi LiveBench dan Cara Membaca Peringkatnya
Claude memimpin daftar LiveBench yang diberitakan pada Oktober 2026. Pahami peringkat, selisih skor, kategori uji, dan cara mengujinya untuk workflow bisnis.
Read More →
RUU Hak Cipta Atur Penggunaan Karya untuk Pelatihan AI
Pembahasan RUU Hak Cipta menempatkan data pelatihan AI, kontribusi manusia, dan tata kelola penggunaan karya sebagai isu penting bagi kreator serta bisnis.
Read More →