Pemegang Hak Cipta Lagu Elvis Presley Gugat Perusahaan AI Anthropic Terkait Penggunaan Karya
26 Oktober 2026 · 6 menit baca · Ditulis oleh Tim Freddie Kashawan

Bagikan artikel ini
Pemegang hak cipta lagu Elvis Presley menggugat Anthropic atas dugaan penggunaan komposisi musik tanpa izin untuk melatih sistem AI. Sengketa ini belum menghasilkan putusan pengadilan. Namun, kasus tersebut memperjelas satu pertanyaan yang perlu dijawab setiap organisasi sebelum memakai AI: dari mana data berasal, siapa pemiliknya, dan untuk tujuan apa data itu digunakan?
ANTARA melaporkan 26 Oktober 2026 bahwa perkara diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat California Utara. Penggugat menduga Claude, layanan chatbot Anthropic, dilatih menggunakan karya Elvis Presley. Bagi bisnis yang sedang membangun chatbot atau basis pengetahuan internal, perkara ini bukan alasan untuk menghentikan seluruh proyek AI. Ini alasan untuk menata sumber data dan persetujuan sejak awal.
Apa yang diketahui tentang gugatan Anthropic dan lagu Elvis Presley
Menurut ANTARA, pemegang hak cipta atas lagu-lagu yang dikaitkan dengan Elvis Presley menuduh Anthropic memanfaatkan komposisi musik tanpa izin untuk melatih sistem AI. Laporan itu memuat “Return to Sender”, “Don't Be Cruel”, “A Little Less Conversation”, serta “Can't Help Falling in Love”. Anthropic belum menanggapi tuduhan serta gugatan itu sampai berita ini terbit, lapor ANTARA.
Media Indonesia melaporkan tuduhan penggugat mencakup penggunaan lirik dan komposisi musik untuk pelatihan AI. Kedua laporan tersebut menggambarkan posisi penggugat, bukan temuan hakim. Karena proses hukum masih berjalan, tidak tepat menyebut Anthropic terbukti melanggar hak cipta atau menyimpulkan hasil akhirnya lebih dahulu.
Fokus perkara ini berada pada dugaan penggunaan karya saat pelatihan model, bukan semata-mata pada jawaban yang diberikan chatbot kepada pengguna. Pelatihan model adalah tahap ketika sistem mempelajari pola dari materi yang dikumpulkan. Chatbot seperti Claude adalah layanan yang dipakai pengguna untuk berinteraksi dengan model. Dua hal itu berkaitan, tetapi risikonya dapat muncul pada tahap yang berbeda.
Sebagai ilustrasi hipotetis, sebuah tim kreatif dapat memakai AI untuk mencari pola tema dari arsip kampanye miliknya sendiri. Situasinya berubah bila tim memasukkan katalog lagu, naskah, atau visual dari pihak luar tanpa mengetahui izin penggunaannya. Sebelum kualitas keluaran dinilai, tim perlu memeriksa dulu apakah materi tersebut memang boleh diproses untuk tujuan AI.
Mengapa gugatan hak cipta ini relevan bagi proyek AI bisnis
Gugatan ini relevan karena banyak proyek AI dimulai dari tools, padahal pertanyaan pertama seharusnya tentang data. Dokumen yang mudah diunduh, ditemukan di internet, atau pernah dibagikan kepada tim belum otomatis boleh dimasukkan ke basis pengetahuan chatbot atau dipakai untuk pelatihan. Ketersediaan materi tidak sama dengan izin penggunaan ulang.
Untuk penggunaan internal, organisasi perlu membedakan setidaknya tiga kelompok materi. Pertama, dokumen yang dimiliki organisasi. Kedua, materi pihak lain yang penggunaannya telah disetujui atau diatur melalui lisensi. Ketiga, materi dengan asal-usul, kepemilikan, atau ruang lingkup izin yang belum jelas. Kelompok ketiga sebaiknya tidak dimasukkan ke workflow AI sebelum statusnya ditinjau oleh pihak yang berwenang.
Contoh hipotetis lain, sebuah perusahaan layanan pelanggan ingin membangun asisten internal dari panduan produk, kontrak mitra, dan materi pelatihan. Panduan produk milik perusahaan dapat dipetakan sebagai sumber internal. Kontrak mitra perlu diperiksa berdasarkan hak akses dan tujuan penggunaan. Materi pelatihan dari pihak ketiga tidak seharusnya dianggap aman hanya karena tersimpan di folder bersama.
Pemisahan tersebut membantu tim menghindari keputusan yang terlalu longgar. Tim teknis dapat mengetahui dokumen mana yang boleh diindeks. Pemilik proses dapat menentukan siapa yang dapat melihat jawaban AI. Pihak legal atau pemegang kewenangan internal dapat menilai materi yang statusnya belum terdokumentasi. Artikel ini bukan nasihat hukum; penilaian izin dan kewajiban hukum perlu disesuaikan dengan kontrak, lisensi, serta yurisdiksi yang berlaku.
Bedakan pelatihan model, basis pengetahuan, dan keluaran AI
Pelatihan model, penggunaan basis pengetahuan, dan publikasi keluaran AI tidak boleh diperlakukan sebagai satu aktivitas yang sama. Dalam gugatan ini, penggugat menduga karya Elvis Presley digunakan untuk melatih model AI Anthropic, menurut ANTARA. Itu berbeda dari organisasi yang menghubungkan chatbot internal ke dokumen terbatas miliknya melalui basis pengetahuan.
Basis pengetahuan adalah kumpulan dokumen yang dirujuk sistem saat menjawab pertanyaan. Risiko tetap ada bila dokumen dimasukkan tanpa wewenang atau aksesnya terlalu luas. Namun, tim perlu mencatat perbedaan prosesnya agar kontrol yang dibuat sesuai masalah. Inventaris sumber dokumen tidak menjawab seluruh isu pelatihan model, dan pembatasan akses pengguna tidak otomatis menjawab status izin karya pihak ketiga.
Keluaran juga memerlukan pemeriksaan tersendiri. Jika sistem menghasilkan materi untuk dipublikasikan, dikirim ke pelanggan, atau dipakai dalam iklan, manusia tetap perlu meninjau hasilnya. Pemeriksaan dapat mencakup ketepatan isi, kesesuaian nada komunikasi, sumber rujukan, dan kemungkinan kemiripan yang menimbulkan pertanyaan. Jangan memberi AI kewenangan otomatis untuk menerbitkan materi kreatif eksternal tanpa jalur persetujuan yang jelas.
Andaikan chatbot internal menjawab pertanyaan staf dengan mengutip dokumen mitra. Alur yang lebih terkendali adalah staf mengajukan pertanyaan, sistem mencari dokumen yang telah disetujui, AI menyusun jawaban dengan rujukan sumber, lalu pengguna dapat melaporkan jawaban yang keliru. Jika respons akan dikirim ke pelanggan, persetujuan manusia perlu menjadi tahap terpisah.
Checklist audit sumber data sebelum AI digunakan lebih luas
Mulailah dari satu workflow yang sudah berjalan, bukan dari audit besar yang sulit diselesaikan. Pilih chatbot, alat ringkasan dokumen, atau otomatisasi konten yang paling sering mengakses data. Tujuannya adalah menemukan materi yang belum jelas pemilik, izinnya, atau aksesnya.
Gunakan daftar kerja berikut untuk setiap sumber data:
- Catat nama dokumen, lokasi penyimpanan, dan pemilik internalnya.
- Kelompokkan statusnya sebagai milik organisasi, berlisensi, atau belum jelas.
- Tulis tujuan penggunaan AI, misalnya pencarian internal atau bantuan respons pelanggan.
- Batasi pengguna yang boleh mengakses sumber dan keluaran sistem.
- Tentukan tindakan yang memerlukan persetujuan manusia sebelum dipublikasikan atau dikirim.
- Simpan catatan ketika dokumen ditambah, dihapus, atau izinnya berubah.
Checklist ini tidak menjamin bebas risiko. Fungsinya adalah membuat keputusan bisa ditelusuri. Bila ada pertanyaan tentang sebuah dokumen, tim dapat melihat siapa yang memasukkannya, alasan penggunaannya, dan apakah izin pernah diperiksa. Tanpa catatan seperti itu, organisasi cenderung baru menyelidiki sumber data setelah masalah muncul.
Sebagai contoh hipotetis, tim pemasaran menghubungkan folder aset kreatif ke asisten AI untuk menyiapkan ide kampanye. Langkah pertama bukan meminta AI menulis materi iklan. Tim perlu menandai aset milik sendiri, materi berlisensi, dan file yang tidak memiliki catatan izin. Hanya kelompok yang telah disetujui yang dimasukkan ke basis pengetahuan. Keluaran untuk kanal publik kemudian diperiksa editor manusia sebelum diterbitkan.
Langkah yang dapat dilakukan setelah membaca kasus Anthropic
Mulailah dengan meninjau satu folder atau satu workflow AI yang aktif, lalu periksa asal data, akses, dan status izinnya. Dugaan dalam gugatan ini belum merupakan putusan pengadilan. Meski begitu, organisasi tidak perlu menunggu hasil perkara untuk merapikan praktik internalnya.
Hari ini, pilih satu folder atau satu workflow AI yang aktif. Buat daftar lima dokumen pertama yang dipakai sistem. Untuk tiap dokumen, catat pemilik, asal, tujuan penggunaan, pengguna yang dapat mengaksesnya, dan status izinnya. Materi yang tidak bisa dijelaskan asal atau kewenangannya perlu dipisahkan sampai ada peninjauan lebih lanjut.
Untuk konteks kontrol akses pada sistem AI yang dapat menjalankan tindakan, pembaca dapat melihat artikel pilar “Agen AI Membobol Lebih dari 100 Situs Perusahaan dalam Hitungan Jam dan Langkah Mitigasinya”. Fokus perkaranya berbeda, tetapi kebutuhan operasionalnya serupa: akses dibatasi, proses dicatat, dan manusia tetap bertanggung jawab atas tindakan serta keluaran sistem.
Pertanyaan umum
Apa inti gugatan pemegang hak lagu Elvis Presley terhadap Anthropic?
Menurut ANTARA, penggugat menuduh Anthropic menggunakan komposisi musik Elvis Presley tanpa izin untuk melatih sistem AI. Tuduhan tersebut masih berada dalam proses hukum dan belum merupakan putusan pengadilan.
Lagu Elvis Presley apa yang disebut dalam laporan gugatan?
ANTARA menyebut “Can't Help Falling in Love”, “A Little Less Conversation”, “Don't Be Cruel”, dan “Return to Sender”. Daftar itu berasal dari laporan mengenai dugaan yang diajukan penggugat.
Apakah Anthropic sudah menanggapi gugatan tersebut?
Menurut ANTARA, perwakilan Anthropic belum memberikan komentar hingga laporan diterbitkan pada 26 Oktober 2026. Sikap perusahaan dapat berubah apabila ada tanggapan atau dokumen proses hukum berikutnya.
Apakah materi yang tersedia di internet otomatis boleh dipakai untuk AI?
Tidak. Materi yang dapat ditemukan di internet belum tentu bebas lisensi atau boleh disalin, diproses, dan dimasukkan ke sistem AI. Status hak dan ruang lingkup izin perlu diperiksa sesuai tujuan penggunaannya.
Apa langkah pertama untuk mengaudit data pada proyek AI?
Pilih satu workflow aktif dan daftar dokumen yang dipakainya. Catat asal data, pemilik, tujuan penggunaan, pengguna yang dapat mengaksesnya, serta status izin sebelum menambah sumber baru.
Referensi
- #hak cipta AI
- #Anthropic
- #pelatihan model AI
Ingin menerapkan strategi ini di bisnis Anda? Lihat layanan Consulting →
Artikel Terkait

Bill Gates Peringatkan AI Picu Gejolak Ekonomi 20 Tahun
Bill Gates menilai masa transisi AI dapat mengguncang pekerjaan dan ketimpangan. Ini makna peringatannya bagi bisnis, pekerja, dan pemerintah.
Read More →
15 Model AI Terbaik 2026 Versi LiveBench dan Cara Membaca Peringkatnya
Claude memimpin daftar LiveBench yang diberitakan pada Oktober 2026. Pahami peringkat, selisih skor, kategori uji, dan cara mengujinya untuk workflow bisnis.
Read More →
RUU Hak Cipta Atur Penggunaan Karya untuk Pelatihan AI
Pembahasan RUU Hak Cipta menempatkan data pelatihan AI, kontribusi manusia, dan tata kelola penggunaan karya sebagai isu penting bagi kreator serta bisnis.
Read More →