Hakim Saldi Khawatir AI Melemahkan Keahlian Generasi Muda
29 Oktober 2026 · 4 menit baca · Ditulis oleh Tim Freddie Kashawan

Bagikan artikel ini
Saldi Isra mengingatkan AI tidak boleh menggantikan latihan berpikir
Hakim Saldi khawatir AI melemahkan keahlian generasi muda jika penggunaannya menggantikan kebiasaan membaca, menulis, dan berkomunikasi. Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra menyoroti risiko tersebut, menurut ANTARA.
Dalam talkshow Open House dan Ngopi Bareng #Courtizen Jilid V di Gedung I Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026, Saldi menyatakan AI tetap dapat digunakan sebagai alat bantu. Namun, pemakaiannya tidak boleh mematikan tiga kebiasaan dasar itu, sebagaimana dilaporkan ANTARA dan Republika.
Peringatan ini tidak berarti penolakan terhadap teknologi. Persoalannya terletak pada proses belajar. AI dapat memberi jawaban cepat, sedangkan pemahaman terbentuk saat seseorang membaca bahan, membandingkan pandangan, menyusun alasan, lalu menerangkannya kembali.
Kekhawatiran Saldi berangkat dari risiko ketergantungan
Menurut Republika, Saldi menilai ketergantungan pada AI berpotensi mengurangi kapasitas dan daya saing generasi muda dalam pendidikan serta dunia kerja. Fokus kritiknya adalah kebiasaan menyerahkan pekerjaan berpikir kepada sistem.
Contoh yang disampaikan berkaitan dengan tugas kuliah. Mahasiswa dapat meminta AI membuat makalah, menerima naskah jadi, lalu mengumpulkannya tanpa menyusun argumen sendiri. Tugas memang selesai, tetapi latihan menulis, menilai bahan, dan mempertanggungjawabkan isi tidak terjadi.
Penggunaan sehat menempatkan AI setelah pengguna memiliki bahan awal. AI dapat dipakai untuk memunculkan pertanyaan yang belum terjawab dalam draf atau memeriksa alur penjelasan. Sebaliknya, AI menjadi jalan pintas ketika pembacaan, penilaian, penulisan, hingga kesimpulan seluruhnya diserahkan kepada sistem.
Sebagai ilustrasi (kasus rekaan), mahasiswa dapat membaca bahan kuliah terlebih dahulu, mencatat posisi awalnya, lalu meminta AI menunjukkan sudut pandang lain. Naskah akhir tetap harus memuat alasan yang dapat dijelaskan mahasiswa tersebut dengan bahasanya sendiri.
Membaca, menulis, dan berkomunikasi tetap menjadi pekerjaan manusia
Membaca membantu seseorang menangkap informasi, konteks, serta perbedaan pendapat. Menulis memaksa penulis memilih alasan dan menyusun gagasan secara runtut. Komunikasi menguji apakah gagasan itu dapat dipahami pihak lain.
AI dapat membantu merapikan kalimat atau membuat ringkasan awal dari catatan pengguna. Pengguna tetap perlu memeriksa sumber bahan, memahami arti setiap klaim, serta mengenali kelemahan argumennya. Teks yang terlihat rapi tidak otomatis menunjukkan pemahaman.
Menurut ANTARA, Saldi menyampaikan kekhawatiran tersebut saat menjawab pertanyaan mahasiswa peserta acara. Dalam konteks pendidikan, tugas berfungsi untuk menguji kemampuan memahami masalah, menyampaikan alasan, dan memperbaiki pendapat setelah menerima pertanyaan.
Di tempat kerja, tanggung jawab serupa tetap berlaku. Andaikan seorang staf memakai AI untuk membuat draf tanggapan, staf itu perlu memeriksa kembali isi, nada bahasa, serta kesesuaian jawaban dengan situasi. Ia harus dapat menjelaskan pesan yang dikirim atas namanya.
Mengapa Saldi membedakan putusan hakim dari keluaran AI
Dalam laporan ANTARA dan Republika, Saldi menggambarkan kemungkinan masyarakat memasukkan data ke AI untuk memperoleh jawaban atas persoalan hukum tanpa datang ke pengadilan. Ia membedakan keluaran AI dengan putusan hakim karena hakim menilai situasi yang berlangsung dalam persidangan.
Menurut Republika, Saldi menyatakan hakim dapat melihat kemungkinan kebohongan dari ketidaksesuaian keterangan seseorang selama persidangan. Penilaian perkara, dalam gambaran tersebut, mencakup interaksi, perubahan keterangan, dan konteks yang muncul di ruang sidang.
ANTARA melaporkan Saldi menyatakan Mahkamah Konstitusi hingga saat itu tidak memakai AI untuk membuat putusan. Pernyataan itu menggambarkan praktik MK yang ia sampaikan dalam acara tersebut. Pernyataan itu tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan kebijakan seluruh lembaga peradilan.
Pelajaran yang lebih luas berkaitan dengan tanggung jawab. AI dapat membantu mengolah informasi, tetapi tidak memikul akibat dari keputusan yang dibuat. Dalam perkara yang menyangkut hak, konflik, atau nasib seseorang, penilaian dan pertanggungjawaban manusia tetap diperlukan.
Cerita pengajaran manual perlu dibaca secara hati-hati
Saldi juga menyinggung pengalaman seorang rekannya yang mengajar di Australia. Menurut ANTARA dan Republika, rekan tersebut kembali memakai pengajaran konvensional, lalu menyampaikan hasil survei bahwa kelas yang belajar manual memiliki kemampuan analitis lebih baik dibandingkan kelas yang menggunakan AI.
Cerita itu merupakan pengalaman yang disampaikan Saldi kepada media, bukan laporan penelitian lengkap yang diverifikasi secara mandiri melalui kedua pemberitaan. Karena itu, contoh tersebut tidak cukup untuk membuktikan bahwa setiap penggunaan AI selalu menurunkan kemampuan analitis.
Nilai utamanya terletak pada desain belajar. Apakah tugas masih meminta siswa membaca, memilih sumber, membangun alasan, serta menjelaskan prosesnya? Coba pikirkan sebuah tim pengajar yang meminta catatan bacaan, alasan pemilihan sumber, dan penjelasan lisan atas draf. Dalam pola ini, teks akhir tidak menjadi satu-satunya ukuran pemahaman.
Cara memakai AI tanpa menyerahkan kemampuan dasar
Pisahkan pekerjaan ke dalam tiga bagian. Kerjakan sendiri pembacaan bahan utama, pembentukan pendapat, dan pemahaman alasan di balik keputusan. Gunakan AI untuk menyusun pertanyaan, menawarkan struktur, atau memeriksa kejelasan bahasa. Periksa ulang fakta, sumber, konteks, dan kesimpulan sebelum hasil dipakai.
Sebelum meminta AI membantu membuat kerangka makalah, tulis pertanyaan yang ingin dijawab serta poin dari bahan yang telah dibaca. Bandingkan masukan AI dengan catatan awal. Singkirkan bagian yang tidak dapat diterangkan kembali dengan kata-kata sendiri.
Langkah berikutnya: pilih satu tugas yang biasanya langsung diberikan kepada AI, lalu buat draf singkat tanpa bantuan alat tersebut. Setelah itu, gunakan AI untuk menguji kelemahan draf, bukan menggantikannya.
Pertanyaan umum
Apa yang dikhawatirkan Saldi Isra terkait AI?
Menurut ANTARA, Saldi Isra khawatir penggunaan AI yang tidak bijak dapat melemahkan keahlian generasi muda. Ia menyoroti kebiasaan membaca, kemampuan menulis, dan komunikasi.
Apakah Saldi Isra melarang penggunaan AI?
Tidak. Menurut ANTARA dan Republika, Saldi membolehkan AI digunakan sebagai alat bantu. Ia mengingatkan agar AI tidak dipakai sebagai jalan pintas yang menggantikan proses belajar dan berpikir.
Mengapa Saldi membedakan putusan hakim dengan jawaban AI?
Menurut ANTARA dan Republika, Saldi menilai hakim memiliki perasaan serta dapat menilai situasi dan keterangan di persidangan. Ia memandang proses tersebut berbeda dari sistem yang hanya menerima data lalu menghasilkan jawaban.
Apakah kelas tanpa AI pasti lebih baik untuk kemampuan analitis?
Tidak dapat disimpulkan demikian dari bahan yang tersedia. ANTARA dan Republika hanya melaporkan cerita Saldi tentang survei yang dilakukan rekan dosennya di Australia, tanpa rincian metodologi atau publikasi penelitian lengkap.
Bagaimana memakai AI tanpa kehilangan kemampuan menulis?
Buat dulu pendapat, catatan bacaan, dan kerangka dengan kata-kata sendiri. Gunakan AI untuk menguji pertanyaan atau memperbaiki kejelasan draf, lalu periksa kembali setiap bagian yang tidak dapat Anda jelaskan sendiri.
Referensi
- #AI
- #literasi digital
- #generasi muda
Ingin menerapkan strategi ini di bisnis Anda? Lihat layanan Consulting →
Artikel Terkait

Gemini Kini Bisa Edit PDF Langsung dan Bantu Dokumen Google
Gemini kini dapat membuat, melihat pratinjau, dan menyunting file dalam chat. Pahami alurnya, perbedaan dengan Google Dokumen, serta batas aman penggunaannya.
Read More →
Gemini 4 Carbon meluncur, apa bedanya dengan Argon
Gemini 4 Carbon dan Argon berbeda pada fokus evaluasi, hasil benchmark, serta akses pengguna untuk pertimbangan uji coba tim.
Read More →
Komdigi Minta Masyarakat Verifikasi Informasi dari AI dan Media Sosial
Komdigi mengingatkan publik agar memeriksa ulang jawaban AI dan konten media sosial melalui sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Read More →