Seluruh 30.000 Karyawan Uber Kini Bekerja dengan ChatGPT Work
24 Oktober 2026 · 6 menit baca · Ditulis oleh Tim Freddie Kashawan

Bagikan artikel ini
Seluruh 30.000 karyawan Uber kini bekerja dengan ChatGPT Work setelah peluncuran di seluruh perusahaan pada 22 Oktober 2026. Menurut OpenAI, perluasan ini mengikuti uji coba awal untuk 1.000 karyawan dan memberi tim Uber akses ke platform berbasis agen di dalam ChatGPT Enterprise.
Yang menarik bukan sekadar jumlah penggunanya. Kasus Uber menunjukkan bahwa penerapan AI perusahaan mulai bergeser dari penggunaan chatbot perorangan ke workflow yang memakai sumber informasi dan aplikasi kerja yang sudah ada. Nilainya muncul ketika AI membantu pekerjaan yang jelas, dapat ditinjau, dan memiliki batas akses yang tepat.
Apa yang Uber luncurkan dan pekerjaan apa yang dituju
ChatGPT Work adalah platform berbasis agen yang dirancang untuk menangani tugas pekerjaan berbasis pengetahuan dengan beberapa tahapan. Menurut OpenAI, Uber dapat menghubungkannya dengan Google Drive, Gmail, Google Calendar, dan Slack. Koneksi tersebut memungkinkan karyawan menelusuri informasi, menyusun ringkasan rapat, membuat presentasi, menganalisis data, serta menyelesaikan pekerjaan lintas aplikasi.
Ini berbeda dari memakai chatbot untuk satu prompt terpisah. Chatbot umum dapat membantu menulis draf dari informasi yang ditempelkan pengguna. Dalam penerapan yang terhubung ke alat kerja, sistem dapat mencari bahan yang diizinkan, mengumpulkan konteks dari beberapa sumber, lalu menyiapkan hasil kerja untuk diperiksa. Akses ke data dan aplikasi membuat alurnya lebih berguna, tetapi juga menuntut aturan yang lebih ketat.
Sebagai ilustrasi hipotetis, tim operasional menerima permintaan bahan rapat mengenai keluhan layanan dari beberapa wilayah. Workflow dapat dimulai dari pencarian dokumen dan percakapan Slack yang memang boleh diakses, dilanjutkan dengan pengelompokan tema, penyusunan ringkasan, dan pembuatan bahan presentasi. Manajer operasional kemudian memeriksa sumber, mengoreksi kesimpulan, serta memutuskan tindak lanjut. AI membantu menyiapkan pekerjaan; keputusan tetap berada pada pemilik proses.
Uji coba Uber memberi petunjuk tentang siapa yang memakai AI
Sebelum peluncuran penuh, Uber menguji ChatGPT Work pada 1.000 karyawan dari berbagai divisi. Fungsi yang disebut dalam bahan sumber mencakup keuangan, operasional, dan produk.
Temuan itu penting karena pekerjaan berbasis pengetahuan tidak hanya berada di tim rekayasa. Seorang analis dapat perlu menelaah data operasional. Tim produk perlu merangkum masukan. Tim keuangan dapat bekerja dengan dokumen dan informasi internal. Kegunaan AI di tiap fungsi akan berbeda karena sumber data, istilah kerja, risiko, dan hasil akhirnya juga berbeda.
Menurut Cekricek, Wakil Presiden Bidang Rekayasa Uber Sumanth Sukumar menyebut penggunaan awal mencakup analisis data operasional untuk mencari tren dan menyusun rekomendasi, penyesuaian materi pelatihan untuk pasar serta bahasa yang berbeda, dan pembuatan dasbor interaktif pribadi untuk pekerjaan sehari-hari. Itu adalah contoh penggunaan yang spesifik, bukan janji bahwa satu alat akan menyelesaikan semua pekerjaan.
Uber juga belum menetapkan satu cara baku bagi semua karyawan untuk memakai ChatGPT Work. Cekricek mengutip pendekatan Uber yang menyediakan perangkat AI bagi seluruh perusahaan sambil memberi ruang bagi tim untuk bereksperimen. Bagi organisasi lain, ruang eksperimen seperti ini tetap perlu dibatasi oleh proses yang jelas: pekerjaan apa yang diuji, data apa yang boleh dipakai, siapa peninjau hasilnya, dan kapan uji coba dihentikan.
Mengapa integrasi dan pelatihan lebih penting daripada akun aktif
Menurut OpenAI, peluncuran Uber didukung oleh pustaka keterampilan AI internal, integrasi yang telah disetujui, dan pelatihan khusus karyawan. Ketiga unsur ini menjawab masalah yang sering muncul saat AI dibagikan secara luas: karyawan memiliki alat, tetapi tidak tahu proses mana yang layak dipakai, sumber mana yang benar, atau cara memeriksa hasilnya.
Integrasi yang disetujui berarti perusahaan dapat menentukan aplikasi kerja mana yang tersedia dalam workflow. Pustaka keterampilan memberi titik awal penggunaan yang lebih relevan daripada prompt kosong. Pelatihan membantu karyawan memahami bahwa keluaran AI adalah bahan kerja yang tetap perlu diperiksa, terutama saat merangkum informasi, menyusun rekomendasi, atau menyiapkan materi untuk pihak lain.
Sebagai contoh hipotetis, perusahaan dapat menguji workflow persiapan ringkasan rapat internal. Pemilik proses terlebih dahulu menentukan folder rujukan yang boleh dicari dan format hasil yang dibutuhkan. AI menyiapkan poin keputusan, tugas, serta pertanyaan terbuka. Ketua rapat memeriksa kecocokan setiap poin dengan sumber sebelum rangkuman dikirim. Bila hasil sering salah konteks, perusahaan memperbaiki bahan rujukan atau instruksi, bukan langsung memperluas akses ke data yang lebih sensitif.
Jumlah akun aktif tidak cukup untuk mengukur keberhasilan. Cekricek melaporkan Uber akan memantau cara karyawan memakai ChatGPT Work, workflow yang mereka buat, dan dampaknya terhadap efektivitas kerja. Pengukuran seperti ini lebih dekat dengan masalah bisnis: apakah pekerjaan menjadi lebih mudah ditinjau, apakah waktu pencarian informasi berkurang, dan apakah hasil akhirnya tetap dapat dipertanggungjawabkan.
Pengawasan manusia tetap diperlukan pada workflow berbasis agen
ChatGPT Work dirancang untuk tugas bertahap, tetapi kemampuan menyelesaikan beberapa langkah tidak berarti AI boleh bertindak tanpa batas. Dalam bahan OpenAI, platform ini terhubung ke alat kerja seperti Drive, Gmail, Calendar, dan Slack. Karena itu, organisasi perlu membedakan pekerjaan yang cukup aman untuk dibantu otomatis dengan pekerjaan yang memerlukan persetujuan manusia.
Tindakan berisiko rendah dapat berupa menyiapkan draf ringkasan atau mengelompokkan informasi. Tindakan yang memengaruhi pelanggan, keputusan keuangan, akses data, atau kebijakan internal sebaiknya memiliki penanggung jawab manusia sebelum hasil digunakan atau dikirim. Batas ini bukan hambatan adopsi. Batas tersebut membuat kesalahan lebih mudah ditemukan sebelum berdampak ke luar workflow.
Kapan hasil AI harus ditinjau manusia?
Hasil AI perlu ditinjau manusia sebelum digunakan atau dikirim bila memengaruhi pelanggan, keputusan keuangan, akses data, atau kebijakan internal. Untuk tugas seperti draf ringkasan atau pengelompokan informasi, manusia tetap memeriksa hasilnya sebelum dipakai. Menurut OpenAI, ChatGPT Work terhubung dengan Google Drive, Gmail, Google Calendar, dan Slack; karena itu, peninjauan diperlukan agar penggunaan informasi dan hasil kerja tetap sesuai kewenangan.
Andaikan tim ingin memakai AI untuk menangani permintaan internal. Sistem dapat membaca formulir masuk, mengelompokkan topik, lalu menyiapkan jawaban berdasarkan dokumen yang telah disetujui. Namun, permintaan yang menyangkut data pribadi, perubahan akses, atau keputusan kebijakan perlu dialihkan kepada petugas yang berwenang. Tim juga perlu menetapkan siapa yang memperbaiki dokumen rujukan ketika AI memberi jawaban keliru.
Uber juga memberi pengembang dan tim rekayasa perangkat lunak akses berkelanjutan ke Codex untuk pengembangan perangkat lunak dan penyederhanaan workflow pemrograman, menurut OpenAI. Pemisahan ini menunjukkan bahwa kebutuhan tim teknis dan nonteknis dapat berbeda. Perusahaan tidak harus memaksakan satu pola penggunaan AI untuk semua peran.
Pelajaran praktis dari penerapan Uber
Kasus Uber tidak membuktikan bahwa setiap perusahaan harus langsung meluncurkan AI ke seluruh karyawan. Yang dapat dipelajari adalah urutan kerjanya: pilih proses berbasis pengetahuan yang sering berulang, pahami sumber informasi yang terlibat, tetapkan akses, lalu uji hasilnya bersama pemilik proses.
Mulailah dari satu workflow yang mudah diaudit, misalnya persiapan ringkasan rapat internal. Catat input yang dipakai, keluaran yang diharapkan, kesalahan yang tidak boleh terjadi, dan pihak yang menyetujui hasil. Setelah beberapa putaran uji, bandingkan apakah workflow tersebut mengurangi pekerjaan manual atau justru menciptakan beban pemeriksaan baru. Jika hasil belum stabil, perbaiki instruksi dan sumber rujukan sebelum menambah aplikasi atau memperluas penggunaan.
Untuk konteks perlindungan percakapan saat memakai ChatGPT, pembaca dapat melihat artikel pilar ChatGPT Kini Bisa Kunci Chat dengan PIN Begini Cara Pakai. Perlindungan percakapan adalah satu lapisan penggunaan yang aman; perusahaan tetap perlu menetapkan batas data, akses aplikasi, dan penanggung jawab atas keputusan kerja.
Langkah berikutnya: pilih satu proses internal minggu ini, buat peta sederhana berisi sumber data, pengguna yang berhak mengakses, keluaran AI, dan titik persetujuan manusia. Gunakan peta itu sebagai dasar uji coba kecil sebelum membicarakan penerapan AI dalam skala perusahaan.
Pertanyaan umum
Apa itu ChatGPT Work?
ChatGPT Work adalah platform berbasis agen di dalam ChatGPT Enterprise untuk pekerjaan perusahaan berbasis pengetahuan. Menurut OpenAI, platform ini dirancang menangani tugas kompleks dengan beberapa tahapan dan menghasilkan pekerjaan yang tuntas.
Kapan Uber meluncurkan ChatGPT Work untuk seluruh perusahaan?
Menurut OpenAI, Uber meluncurkan ChatGPT Work di seluruh perusahaan pada 22 Oktober 2026. Peluncuran tersebut memberi akses kepada lebih dari 30.000 karyawan Uber di seluruh dunia.
Apakah pengguna awal ChatGPT Work di Uber hanya insinyur?
Tidak. Cekricek melaporkan sekitar 80 persen dari 1.000 pengguna awal bukan insinyur. Uji coba mencakup fungsi seperti keuangan, operasional, dan produk.
Aplikasi apa yang terhubung dengan ChatGPT Work di Uber?
Menurut OpenAI, ChatGPT Work terhubung dengan Google Drive, Gmail, Google Calendar, dan Slack. Koneksi ini mendukung pencarian informasi, ringkasan rapat, presentasi, analisis data, dan workflow lintas aplikasi.
Bagaimana perusahaan menilai keberhasilan penerapan AI kerja?
Cekricek melaporkan Uber akan memantau penggunaan karyawan, workflow yang dikembangkan, dan dampaknya pada efektivitas kerja. Perusahaan sebaiknya juga menilai kualitas hasil, kemudahan audit, kebutuhan koreksi, serta risiko dari proses yang diuji.
Referensi
- #ChatGPT Work
- #Uber
- #AI bisnis
Ingin menerapkan strategi ini di bisnis Anda? Lihat layanan Consulting →
Artikel Terkait

Bill Gates Peringatkan AI Picu Gejolak Ekonomi 20 Tahun
Bill Gates menilai masa transisi AI dapat mengguncang pekerjaan dan ketimpangan. Ini makna peringatannya bagi bisnis, pekerja, dan pemerintah.
Read More →
15 Model AI Terbaik 2026 Versi LiveBench dan Cara Membaca Peringkatnya
Claude memimpin daftar LiveBench yang diberitakan pada Oktober 2026. Pahami peringkat, selisih skor, kategori uji, dan cara mengujinya untuk workflow bisnis.
Read More →
RUU Hak Cipta Atur Penggunaan Karya untuk Pelatihan AI
Pembahasan RUU Hak Cipta menempatkan data pelatihan AI, kontribusi manusia, dan tata kelola penggunaan karya sebagai isu penting bagi kreator serta bisnis.
Read More →